THW Global Scam ?
Pertama kali membaca penawaran dari seorang teman di FB, yang muncul di pikiran adalah prasangka buruk saya… “Ah… scam macam apa lagi neh!“.
Ajaib, seperti manusia maha tahu, hanya dengan baca sepintas saya
langsung bisa menghakimi dan memutuskan bahwa yang saya baca adalah
scam. Tapi karena penasaran saya coba baca juga semuanya, dan ternyata
ide nya cukup masuk akal dan sangat mungkin direalisasikan. Idenya cuman
‘Nonton dan ngereview iklan dibayar‘, sebuah ide yang out of the box dan
jika terealisasi bakal punya potensi meruntuhkan sistem periklanan yang
sudah berjalan selama ini dan hanya dinikmati segelintir orang yang
menguasai media saja.
‘Nonton dan ngereview iklan dibayar‘ ini persis seperti ide ‘membotolkan air minum‘ yang dilakukan oleh Aqua.
Dulu neh saat ide membotolkan air minum ini muncul, yang kontra dan
menyatakan ide tersebut tidak masuk akal, tidak akan menguntungkan,
tidak akan diterima pasar dan lain sebagainya bermunculan di semua media
cetak dan televisi. Semua orang dari ahli marketing, politisi dan
bahkan ahli agama mendadak jadi sangat ahli memprediksi, tetapi Aqua
jalan terus dan bersikukuh dengan ide nya. Apa yang terjadi hari ini?
Sekarang semua yang protes dulu minum air dalam kemasan, seakan lupa
dengan apa yang disampaikannya di media cetak dan televisi beberapa
puluh tahun yang lalu.
Iklan pada dasarnya bertujuan untuk
memperkenalkan sebuah produk atau jasa, pada orang-orang yang berpotensi
untuk menggunakan produk atau jasa yang diiklankan. Media yang
digunakan untuk sarana iklan umumnya adalah media radio, televisi, media
cetak seperti koran dan majalah serta media-media online lainnya.
Perkembangan media online saat ini mengalami perkembangan yang luar
biasa pesat, sehingga tidak heran jika media online seperti Google, Youtube, Facebook dan yang lainnya mereguk pendapatan yang sangat besar dari iklan.
Kekuatan media online seperti Google, Youtube dan Facebook
sebagai tempat beriklan adalah karena kemampuan media-media ini dalam
memilah atau mengelompokkan latar belakang penggunanya untuk disesuaikan
dengan iklan yang dipromosikan. Dengan kata lain Google, Youtube dan Facebook
mampu meyakinkan pemasang iklan bahwa iklan-iklan mereka akan
tersampaikan pada orang-orang yang memiliki potensi besar membutuhkan
produk atau jasa yang diiklankan. Berbeda dengan iklan yang menggunakan
media radio, televisi atau koran, sasarannya sangat acak tidak spesifik
sehingga efektifitas tersampaikannya iklan pada orang-orang yang memang
berpotensi menjadi pengguna produk atau jasa yang diiklankan menjadi
sangat rendah. Kelebihan inilah yang menjadi alasan utama pemilik produk
atau jasa untuk beralih dari media iklan konvensional (Radio, Televisi
dan Koran) ke media-media online seperti Google, Youtube dan Facebook.
Ide nonton dan ngereview iklan dibayar yang digulirkan sebuah perusahaan yang menyebut dirinya sebagai THW Global Advertising memang terdengar janggal. Janggal karena ide nya keluar dari mainstream
atau tidak selaras dengan apa yang sudah berkembang saat ini, tetapi
ide ini berpotensi besar untuk membuat para pemilik produk atau jasa
menggunakan THW Global Advertising sebagai sarana untuk mengiklankan produk atau jasanya. Hal ini akan terealisasi jika THW Global Advertising mampu mengelompokkan penontonnya lebih baik dari apa yang sudah dilakukan Google, Youtube dan Facebook.
Artinya iklan produk atau jasa yang ditampilkan akan benar-benar
ditonton oleh penonton yang berpotensi besar membutuhkan produk atau
jasa yang diiklankan.
Dan keuntungan bagi pemilik iklan yang
tidak terdapat pada media iklan lainnya adalah bahwa dengan ide ‘nonton
dan ngereview iklan dibayar’ maka setiap penonton akan fokus menonton
iklan-iklan karena harus mereviewnya. Artinya selain mendapatkan review
atas iklan produk atau jasanya, pengiklan juga mendapatkan kepastian
bahwa iklannya terekam dengan baik di memori atau ingatan penonton yang
dibayar tadi yang justru berpotensi menjadi pengguna produk atau
jasanya. Nah, kemampuan THW Global Advertising dalam menyediakan penonton dan mengelompokkan penonton-penonton ini secara professional adalah kuncinya. Lalu mampukah THW Global Advertising mewujudkannya ?. Kita lihat nanti deh.
Jika tertarik dengan ide THW Global Advertising ini anda bisa join dengan klik www.THWGlobal.com secara free tanpa dipungut bayaran sedikitpun. Lakukan registrasi melalui link tadi, lalu Login ke Back Office dan isilah form Demographic Survey yang ada di Survey Center. Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar