Minggu, 29 Januari 2017

Gak Mungkin Nonton Iklan Dibayar !!!

Gak Mungkin Nonton Iklan Dibayar !!!

Nonton iklan terus kita dibayar? hanya orang gila yang punya ide seperti itu bro“, celoteh seorang teman ketika kami ngobrolin tentang ide yang digulirkan oleh sebuah perusahaan advertising bernama THW Global. Dan sepertinya mayoritas kitapun kebanyakan menganggapnya begitu, termasuk saya lho. Kalau kita teliti, iklan itu dibuat dan diperlihatkan, diperdengarkan atau dipertontonkan kan supaya orang-orang mengetahui apa yang disampaikan didalam iklan tersebut atau bahasa keren sekarang istilahnya content-nya lah. Atau dengan kata lain biar orang-orang tahu bahwa ada produk atau jasa seperti yang disampaikan dalam iklan tersebut.

Perusahaan-perusahaan yang memproduksi atau memberikan jasa tertentu akan berusaha maksimal agar produk atau jasanya tersebut diketahui dan dikenal oleh orang-orang. Semakin banyak yang mengetahui dan mengenal produk atau jasanya, maka perusahaan itu akan semakin termudahkan dalam memasarkan produk atau jasanya. Kenapa? Karena fakta membuktikan bahwa orang-orang cenderung untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang sudah mereka kenal. Nggak usah jauh-jauh deh, amati saja diri kita sendiri deh, bukankah kita seperti itu?
word cloud - advertising
Biaya iklan atau biaya promosi dalam sebuah perusahaan yang menjual produk atau jasa adalah pengeluaran yang wajib yang harus mereka keluarkan. Sekalipun produk atau jasa mereka sudah dikenal luas, iklan atau promosi masih diperlukan untuk menjaga image dan kesetiaan pelanggan. Contoh paling gampang amati deh produk-produk yang sudah kita kenal banget seperti Apple, Microsoft, Samsung, Honda, Yamaha, MC Donald Hamburger dan lain sebagainya. Sampai hari ini perusahaan-perusahaan tersebut masih melakukan promosi melalui iklan-iklannya, artinya iklan sebagai sarana promosi adalah sebuah opportunity yang dapat mendatangkan penghasilan jika kita mampu memanfaatkannya.

Kebutuhan iklan sebagai sarana promosi inilah yang membuat banyak perusahaan yang bergerak dibidang media massa online tumbuh menjadi perusahaan-perusahaan dengan pendapatan tertinggi di dunia. Lihat saja Google, Youtube, Facebook, Microsoft, Twitter, Instagram dan media online lainnya, saat ini mereka lah yang menguasai sarana promosi bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menayangkan iklan-iklannya. Media massa online saat ini menggeser dan meruntuhkan media massa konvensional seperti koran, radio dan televisi yang sempat berjaya sebagai media promosi di era sebelum internet menjadi sarana komunikasi di dunia.

Dari era sebelum internet di kenal hingga saat ini dimana internet menjadi sarana komunikasi utama di dunia, hanya pemilik-pemilik media massa sajalah yang mendapatkan keuntungan terbesar. Jadi tidak lah mengherankan jika nama-nama mereka selalu tercantum di list 100 orang terkaya versi Forbes setiap tahun. Mengapa? Karena mereka memiliki dan menguasai media yang mampu mendatangkan orang-orang dengan tujuan besosialisasi, membaca melihat ataupun mendengar content-content yang disajikan atau difasilitasi oleh media-media tersebut.
bigstock-advertising-target-11138447
Nah, jika kita amati sebenarnya target atau sasaran mengapa iklan-iklan tersebut ditayangkan di media massa online adalah karena orang-orang banyak menghabiskan waktu di fasilitas atau sarana yang disediakan oleh media-media tersebut. Dengan kata lain target atau sasaran mengapa perusahaan-perusahaan mengiklankan produk atau jasanya di media-media tersebut, adalah karena di sana berkumpul atau sering dikunjungi oleh banyak orang. Jadi target atau sasaran mereka yang sebenarnya adalah orang-orang yang menghabiskan waktu berada atau menggunakan fasilitas-fasilitas media online tersebut. Dan ini artinya termasuk saya dan anda-anda semua tentunya.

Jadi seluruh orang, termasuk saya dan anda lah sebenarnya yang sangat diinginkan untuk membaca, melihat, mendengar atau menonton iklan-iklan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan yang mengiklankan produk atau jasanya. Mengapa? Karena kita semualah sebenarnya market dari produk-produk atau jasa yang mereka hasilkan.

Lalu mengapa perusahaan-perusahaan tersebut menginginkan kita membaca, melihat, mendengar atau menonton iklan-iklan yang mereka tayangkan?

Seluruh perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa mengetahui bahwa produk yang dihasilkannya akan dibeli atau jasanya akan digunakan oleh orang-orang, langkah awalnya adalah produk atau jasa mereka tersebut mesti dikenal terlebih dahulu. Cara yang paling efektif saat ini agar produk atau jasa mereka dikenal banyak orang adalah dengan menggunakan media massa online. Karena ketika orang-orang tersebut membaca, melihat, mendengar atau menonton iklan-iklan yang ditayangkan, maka informasi tersebut akan terekam di memori atau ingatan setiap orang yang membaca, melihat, mendengar atau menonton iklan-iklan tersebut.

Semakin sering orang-orang membaca, melihat, mendengar atau menonton iklan-iklan yang sama, maka produk atau jasa yang diiklankan itu akan tertanam dengan baik di memory atau ingatan orang-orang tersebut. Itulah sebabnya mengapa iklan-iklan di media online atau di televisi sering ditampilkan berulang-ulang secara periodik. Nah, ketika produk atau jasa tersebut sudah tertanam di memory orang-orang, maka ketika orang-orang tersebut membutuhkan sesuatu yang berhubungan dengan produk atau jasa tertentu, maka produk atau jasa itulah yang akan diingatnya. Dan orang-orang termasuk saya dan anda, cenderung untuk memilih menggunakan produk atau jasa yang sudah kita kenal atau dikenal banyak orang (familiar).
HeadSpinning
Masalahnya mayoritas orang-orang yang menggunakan media online tidak menyukai kegiatannya terganggu atau terdistract oleh iklan-iklan. Nggak usah jauh-jauh amati saja diri kita saat menonton televisi, saat iklan muncul maka itulah saat kita bergegas melanjutkan pekerjaan yang kita tunda sebelumnya. Kemudian yang aktivitasnya di media-media online juga sibuk menginstall software yang mampu secara otomatis mematikan iklan-iklan yang muncul agar aktifitasnya di media online tidak terganggu atau terdistract. Fenomena ini menunjukkan bahwa orang-orang yang menjadi target atau sasaran mengapa iklan-iklan itu ditayangkan, justru merasa terganggu atau merasa tidak nyaman dengan kehadiran iklan-iklan tersebut.

Akibatnya efektifitas tercapainya target atau sasaran pengiklan agar iklan-iklannya dibaca, dilihat, didengar atau ditonton oleh orang-orang menjadi tidak maksimal. Hal inilah yang membuat para pengiklan berpikir keras agar iklan-iklannya tampil menarik atau unik sehingga mampu memancing minat orang-orang untuk membaca, melihat, mendengar atau menonton iklan-iklan mereka. Nggak heran jika perusahaan-perusahaan mau mengeluarkan biaya besar untuk mengontrak artis, aktor atau selebritis terkenal untuk menjadi bintang iklan produk-produk atau jasanya. Tujuannya agar orang-orang tertarik untuk menonton iklan-iklan produk atau jasa yang ditayangkannya. Tetapi, saat inipun penggunaan selebritis di iklan-iklan, efektifitasnya pun juga sudah sangat menurun dan tidak mampu mendongkrak minat orang-orang untuk menonton iklan-iklan yang ditayangkan.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah berkembangnya model atau style iklan baru berupa cerita bersambung atau tayangan-tayangan yang menyentuh nilai-nilai universal atau moral orang-orang. Tetapi ini pun tidak bertahan lama, saat ini efektifitasnya untuk mampu membuat orang-orang menonton dengan suka-rela iklan-iklan tersebut sudah tidak efektitif lagi. Dari sini terlihat bahwa besarnya biaya iklan yang dihabiskan oleh perusahaan-perusahaan untuk menayangkan iklan produk-produk atau jasa yang dihasilkannya adalah agar orang-orang mau menonton iklan-iklan yang mereka tayangkan. Mengapa? Karena ketika orang-orang menonton iklan yang mereka tayangkan artinya mereka sudah berhasil menambahkan informasi tentang produk atau jasa mereka kedalam memory atau ingatan orang-orang.
THW-Logo
Ide dari THW Global Advertising salah satu perusahaan iklan terbesar di German, untuk membayar setiap orang yang bersedia dengan suka-rela menonton iklan-iklan yang ditayangkan melalui media online miliknya adalah sebuah terobosan yang mampu memenuhi target atau sasaran perusahaan-perusahaan yang ingin mengiklankan produk atau jasanya. Sepintas terlihat gila ide dari THW Global ini, tetapi jika kita telusuri permasalahan sebenarnya di dunia periklanan, maka ide ‘membayar penonton yang bersedia menonton iklan‘ tersebut mungkin bisa menjadi solusi dari efektifitas penayangan iklan yang selama ini terus menurun. Dengan membayar setiap orang yang bersedia menonton iklan-iklan yang ditayangkan, artinya potensi terekamnya produk atau jasa yang diiklankan tersebut di memory atau ingatan setiap penontonnya menjadi sangat besar. Apalagi jika iklan-iklan tersebut ditonton berulang-ulang dengan sengaja oleh penontonnya, maka target atau sasaran pengiklan agar orang yang menonton memiliki ingatan tentang produk atau jasanya efektifitasnya menjadi sangat tinggi.

Sebuah ide yang keluar dari mainstream saat ini atau out of the box selalu mendapatkan penentangan di setiap zaman, itu seperti menjadi sebuah siklus yang terus berulang. Begitu juga yang dialami THW Global saat ini, telusuri saja internet maka ratusan atau bahkan ribuan tulisan dan video yang memandang sebelah mata ide ini, meragukannya dan bahkan menuduhnya scam akan dengan sangat mudah kita temukan. Salahkah mereka yang meragukan dan bahkan menuduh THW Global scam tersebut?. Sama sekali mereka tidak salah dan tidak juga benar, karena apa yang mereka sampaikan dan utarakan itu semuanya berdasarkan sudut pandang yang mereka pahami.

Begitu juga dengan saya, apa yang saya sampaikan di atas adalah sudut pandang yang saya pahami dalam menyikapi ide dari THW Global untuk mewujudkan ide ‘membayar penonton yang bersedia menonton iklan‘. Sebuah ide yang sangat mungkin untuk diwujudkan dan mampu mengatasi atau menjadi solusi dari pengiklan yang selama ini sudah menghabiskan biaya besar untuk mengiklankan produk-produk atau jasanya di media-media online yang dikenal saat ini. Sayangnya ide ini hanya bisa terwujud jika didukung oleh banyak orang yang bersedia untuk menjadi penonton yang dibayar oleh THW Global. Dengan kata lain THW Global butuh dukungan orang-orang, termasuk saya dan anda untuk menjadi bagian dalam rencana besarnya yaitu sebagai penonton yang bersedia dibayar untuk menonton iklan.

So, inilah sudut pandang dan sikap saya terhadap ide THW Global yang sedang marak saat ini di dunia maya. Dan jika anda sependapat dan mendukung ide THW Global ini, bergabunglah bersama saya untuk bersama-sama membantu mewujudkan ide besar tersebut dengan melakukan registrasi di www.THWGlobal.com secara gratis (Free).

Kunjungi official THW Global website di www.THWGlobal.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar