Gak Mungkin Nonton Iklan Dibayar !!!
“Nonton iklan terus kita dibayar? hanya orang gila yang punya ide seperti itu bro“, celoteh seorang teman ketika kami ngobrolin tentang ide yang digulirkan oleh sebuah perusahaan advertising bernama THW Global.
Dan sepertinya mayoritas kitapun kebanyakan menganggapnya begitu,
termasuk saya lho. Kalau kita teliti, iklan itu dibuat dan
diperlihatkan, diperdengarkan atau dipertontonkan kan supaya orang-orang
mengetahui apa yang disampaikan didalam iklan tersebut atau bahasa
keren sekarang istilahnya content-nya lah. Atau dengan kata lain biar orang-orang tahu bahwa ada produk atau jasa seperti yang disampaikan dalam iklan tersebut.
Perusahaan-perusahaan yang memproduksi
atau memberikan jasa tertentu akan berusaha maksimal agar produk atau
jasanya tersebut diketahui dan dikenal oleh orang-orang. Semakin banyak
yang mengetahui dan mengenal produk atau jasanya, maka perusahaan itu
akan semakin termudahkan dalam memasarkan produk atau jasanya. Kenapa?
Karena fakta membuktikan bahwa orang-orang cenderung untuk membeli
produk atau menggunakan jasa yang sudah mereka kenal. Nggak usah
jauh-jauh deh, amati saja diri kita sendiri deh, bukankah kita seperti
itu?

Biaya iklan atau biaya promosi dalam
sebuah perusahaan yang menjual produk atau jasa adalah pengeluaran yang
wajib yang harus mereka keluarkan. Sekalipun produk atau jasa mereka
sudah dikenal luas, iklan atau promosi masih diperlukan untuk menjaga
image dan kesetiaan pelanggan. Contoh paling gampang amati deh
produk-produk yang sudah kita kenal banget seperti Apple, Microsoft, Samsung, Honda, Yamaha, MC Donald Hamburger
dan lain sebagainya. Sampai hari ini perusahaan-perusahaan tersebut
masih melakukan promosi melalui iklan-iklannya, artinya iklan sebagai
sarana promosi adalah sebuah opportunity yang dapat mendatangkan penghasilan jika kita mampu memanfaatkannya.
Kebutuhan iklan sebagai sarana promosi inilah yang membuat banyak perusahaan yang bergerak dibidang media massa online tumbuh menjadi perusahaan-perusahaan dengan pendapatan tertinggi di dunia. Lihat saja Google, Youtube, Facebook, Microsoft, Twitter, Instagram
dan media online lainnya, saat ini mereka lah yang menguasai sarana
promosi bagi perusahaan-perusahaan yang ingin menayangkan
iklan-iklannya. Media massa online saat ini menggeser dan meruntuhkan media massa konvensional
seperti koran, radio dan televisi yang sempat berjaya sebagai media
promosi di era sebelum internet menjadi sarana komunikasi di dunia.
Dari era sebelum internet di kenal hingga
saat ini dimana internet menjadi sarana komunikasi utama di dunia,
hanya pemilik-pemilik media massa sajalah yang mendapatkan keuntungan
terbesar. Jadi tidak lah mengherankan jika nama-nama mereka selalu
tercantum di list 100 orang terkaya versi Forbes setiap tahun.
Mengapa? Karena mereka memiliki dan menguasai media yang mampu
mendatangkan orang-orang dengan tujuan besosialisasi, membaca melihat
ataupun mendengar content-content yang disajikan atau difasilitasi oleh media-media tersebut.

Nah, jika kita amati sebenarnya target atau sasaran mengapa iklan-iklan tersebut ditayangkan di media massa online
adalah karena orang-orang banyak menghabiskan waktu di fasilitas atau
sarana yang disediakan oleh media-media tersebut. Dengan kata lain
target atau sasaran mengapa perusahaan-perusahaan mengiklankan produk
atau jasanya di media-media tersebut, adalah karena di sana berkumpul
atau sering dikunjungi oleh banyak orang. Jadi target atau sasaran
mereka yang sebenarnya adalah orang-orang yang menghabiskan waktu berada
atau menggunakan fasilitas-fasilitas media online tersebut. Dan ini artinya termasuk saya dan anda-anda semua tentunya.
Jadi seluruh orang, termasuk saya dan
anda lah sebenarnya yang sangat diinginkan untuk membaca, melihat,
mendengar atau menonton iklan-iklan yang dibuat oleh
perusahaan-perusahaan yang mengiklankan produk atau jasanya. Mengapa?
Karena kita semualah sebenarnya market dari produk-produk atau jasa yang mereka hasilkan.
Lalu mengapa
perusahaan-perusahaan tersebut menginginkan kita membaca, melihat,
mendengar atau menonton iklan-iklan yang mereka tayangkan?
Seluruh perusahaan yang menghasilkan
produk atau jasa mengetahui bahwa produk yang dihasilkannya akan dibeli
atau jasanya akan digunakan oleh orang-orang, langkah awalnya adalah
produk atau jasa mereka tersebut mesti dikenal terlebih dahulu. Cara
yang paling efektif saat ini agar produk atau jasa mereka dikenal banyak
orang adalah dengan menggunakan media massa online.
Karena ketika orang-orang tersebut membaca, melihat, mendengar atau
menonton iklan-iklan yang ditayangkan, maka informasi tersebut akan
terekam di memori atau ingatan setiap orang yang membaca, melihat, mendengar atau menonton iklan-iklan tersebut.
Semakin sering orang-orang membaca,
melihat, mendengar atau menonton iklan-iklan yang sama, maka produk atau
jasa yang diiklankan itu akan tertanam dengan baik di memory atau ingatan orang-orang tersebut. Itulah sebabnya mengapa iklan-iklan di media online atau di televisi sering ditampilkan berulang-ulang secara periodik. Nah, ketika produk atau jasa tersebut sudah tertanam di memory
orang-orang, maka ketika orang-orang tersebut membutuhkan sesuatu yang
berhubungan dengan produk atau jasa tertentu, maka produk atau jasa
itulah yang akan diingatnya. Dan orang-orang termasuk saya dan anda,
cenderung untuk memilih menggunakan produk atau jasa yang sudah kita
kenal atau dikenal banyak orang (familiar).

Masalahnya mayoritas orang-orang yang menggunakan media online
tidak menyukai kegiatannya terganggu atau terdistract oleh iklan-iklan.
Nggak usah jauh-jauh amati saja diri kita saat menonton televisi, saat
iklan muncul maka itulah saat kita bergegas melanjutkan pekerjaan yang
kita tunda sebelumnya. Kemudian yang aktivitasnya di media-media online juga sibuk menginstall software yang mampu secara otomatis mematikan iklan-iklan yang muncul agar aktifitasnya di media online tidak terganggu atau terdistract. Fenomena
ini menunjukkan bahwa orang-orang yang menjadi target atau sasaran
mengapa iklan-iklan itu ditayangkan, justru merasa terganggu atau merasa
tidak nyaman dengan kehadiran iklan-iklan tersebut.
Akibatnya efektifitas tercapainya target
atau sasaran pengiklan agar iklan-iklannya dibaca, dilihat, didengar
atau ditonton oleh orang-orang menjadi tidak maksimal. Hal inilah yang
membuat para pengiklan berpikir keras agar iklan-iklannya tampil menarik
atau unik sehingga mampu memancing minat orang-orang untuk membaca,
melihat, mendengar atau menonton iklan-iklan mereka. Nggak heran jika
perusahaan-perusahaan mau mengeluarkan biaya besar untuk mengontrak
artis, aktor atau selebritis terkenal untuk menjadi bintang iklan
produk-produk atau jasanya. Tujuannya agar orang-orang tertarik untuk
menonton iklan-iklan produk atau jasa yang ditayangkannya. Tetapi, saat
inipun penggunaan selebritis di iklan-iklan, efektifitasnya pun
juga sudah sangat menurun dan tidak mampu mendongkrak minat orang-orang
untuk menonton iklan-iklan yang ditayangkan.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah berkembangnya model atau style
iklan baru berupa cerita bersambung atau tayangan-tayangan yang
menyentuh nilai-nilai universal atau moral orang-orang. Tetapi ini pun
tidak bertahan lama, saat ini efektifitasnya untuk mampu membuat
orang-orang menonton dengan suka-rela iklan-iklan tersebut sudah tidak
efektitif lagi. Dari sini terlihat bahwa besarnya biaya iklan yang
dihabiskan oleh perusahaan-perusahaan untuk menayangkan
iklan produk-produk atau jasa yang dihasilkannya adalah agar orang-orang
mau menonton iklan-iklan yang mereka tayangkan. Mengapa? Karena ketika
orang-orang menonton iklan yang mereka tayangkan artinya mereka sudah
berhasil menambahkan informasi tentang produk atau jasa mereka kedalam memory atau ingatan orang-orang.

Ide dari THW Global Advertising salah satu perusahaan iklan terbesar di German, untuk membayar
setiap orang yang bersedia dengan suka-rela menonton iklan-iklan yang
ditayangkan melalui media online miliknya adalah sebuah terobosan yang
mampu memenuhi target atau sasaran perusahaan-perusahaan yang ingin
mengiklankan produk atau jasanya. Sepintas terlihat gila ide dari THW Global ini, tetapi jika kita telusuri permasalahan sebenarnya di dunia periklanan, maka ide ‘membayar penonton yang bersedia menonton iklan‘
tersebut mungkin bisa menjadi solusi dari efektifitas penayangan iklan
yang selama ini terus menurun. Dengan membayar setiap orang yang
bersedia menonton iklan-iklan yang ditayangkan, artinya potensi
terekamnya produk atau jasa yang diiklankan tersebut di memory
atau ingatan setiap penontonnya menjadi sangat besar. Apalagi jika
iklan-iklan tersebut ditonton berulang-ulang dengan sengaja oleh
penontonnya, maka target atau sasaran pengiklan agar orang yang menonton
memiliki ingatan tentang produk atau jasanya efektifitasnya menjadi
sangat tinggi.
Sebuah ide yang keluar dari mainstream saat ini atau out of the box
selalu mendapatkan penentangan di setiap zaman, itu seperti menjadi
sebuah siklus yang terus berulang. Begitu juga yang dialami THW Global
saat ini, telusuri saja internet maka ratusan atau bahkan ribuan
tulisan dan video yang memandang sebelah mata ide ini, meragukannya dan
bahkan menuduhnya scam akan dengan sangat mudah kita temukan. Salahkah
mereka yang meragukan dan bahkan menuduh THW Global scam tersebut?. Sama
sekali mereka tidak salah dan tidak juga benar, karena apa yang mereka
sampaikan dan utarakan itu semuanya berdasarkan sudut pandang yang
mereka pahami.
Begitu juga dengan saya, apa yang saya sampaikan di atas adalah sudut pandang yang saya pahami dalam menyikapi ide dari THW Global untuk mewujudkan ide ‘membayar penonton yang bersedia menonton iklan‘.
Sebuah ide yang sangat mungkin untuk diwujudkan dan mampu mengatasi
atau menjadi solusi dari pengiklan yang selama ini sudah menghabiskan
biaya besar untuk mengiklankan produk-produk atau jasanya di media-media
online yang dikenal saat ini. Sayangnya ide ini hanya bisa terwujud
jika didukung oleh banyak orang yang bersedia untuk menjadi penonton
yang dibayar oleh THW Global. Dengan kata lain THW Global
butuh dukungan orang-orang, termasuk saya dan anda untuk menjadi bagian
dalam rencana besarnya yaitu sebagai penonton yang bersedia dibayar
untuk menonton iklan.
So, inilah sudut pandang dan sikap saya terhadap ide THW Global yang sedang marak saat ini di dunia maya. Dan jika anda sependapat dan mendukung ide THW Global ini, bergabunglah bersama saya untuk bersama-sama membantu mewujudkan ide besar tersebut dengan melakukan registrasi di www.THWGlobal.com secara gratis (Free).
Kunjungi official THW Global website di www.THWGlobal.com.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar